“MENGUBUR ARI-ARI??”
“DULUR PAPAT..LIMO PANCER”
(HANYA SEKEDAR TRADISI atau ADA MAKNA LAIN??)
(Obrolan sore hari antara saya dg sahabat pada hari/tgl:jumat/12-07-2019)

Saat ini saya dikaruniai oleh TUHAN YME.. 3(tiga) anak dan 4(empat) cucu…dan saya sendiri bersaudara 9..dan 100%INDONESIA berdarah Tionghoa alias cina.
Sejak mengenal dunia dan mampu mengingat dan sering melihat bahwa setiap ada yang lahir, selalu saja yang disebut ari-ari(dlm dunia kedokteran disebut plasenta!) harus dibersihkan dimasukan dalam kendil plus buku,pensil,benang dan jarum jahit lalu dikuburkan dan diberi cahaya diatasnya..lamanya?.ada yg seminggu ada yg 2 minggu..ada yang hingga 40hari…saya pun sering disuruh orang tua untuk menyalakan lampu sentir diatas tempat mengubur kendil..bahkan..pernah menguburkan ari2 beberapa cucu saya sendiri..
Peristiwa ini sudah berjalan berpuluh-puluh tahun..tanpa ada penjelasan dan pemahaman sedikitpun..berjalan begitu saja…nyaris sebagai sebuah rutinitas…
Baru tersadar….dan coba memahami…dan merenungkan..setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan sahabat yang memiliki pengetahuan budaya Jawa lebih baik daripada saya.Penjelasannya seperti ini:
Saat dipertemukannya…sel telur dan sperma..membentuk zygote….dan beberapa hari kemudian Sang Khalik menghembuskan Roh ke zygote menjadi sebuah kehidupan yang lalu disebut sebagai EMBRIO…dalam perkembangannya didalam rahim ibu….ada unsur2 yang berperan memelihara, menjaga dan membesarkan sang janin hingga menjadi jabang bayi..yaitu antara lain:
-1).plasenta yang menyelubungi tubuh sang jabang bayi, -2).air ketuban yang menjadi pelindung, -3).darah yang mengalir dari sang Ibu unt membesarkan dan -4).tali pusat/puser yg menjadi saluran makanan..dan keempat unsur ini ..dalam..budaya JAWA…disebut “SEDULUR PAPAT LIMO PANCER”…Ada beberapa penafsiran terkait “sedulur papat limo pancer” ini.
Pertama, Kakang kawah. Kakang kawah adalah air ketuban yang membantu kita lahir ke alam dunia ini. Karena keluar terlebih dahulu masyarakat Jawa menyebutnya dengan Kakang kawah atau Kakak kawah atau saudara lebih tua.
Kedua, Adi Ari-ari atau ari-ari. Setelah jabang bayi lahir, Ari-ari inilah yang kemudian keluar, sehingga masyarakat Jawa menyebutnya dengan Adi ari-ari atau adik ari-ari.
Ketiga, getih atau darah. Getih atau darah adalah zat utama yang terdapat pada bayi dan sang ibu. Darah jugalah menjadi pelindung pada saat bayi masih ada dalam kandungan.
Keempat, puser atau pusar. Pusar merupakan penghubung antara ibu dan anak, dengan adanya tali puser sang ibu mampu memberikan nutrisi kepada sang bayi. Puser juga merupakan saluran bernafas sang bayi. Dengan adanya puser inilah seorang ibu memiliki hubungan bathin yang erat dengan jabang bayi.
Kelima,Pancer. Pancer adalah kita sendiri sebagai pusat kehidupan ketika dilahirkan.Ketika sang jabang bayi lahir ke dunia melalui rahim ibu, maka semua unsur-unsur itu keluar dari rahim ibu. Dengan izin Tuhan, unsur inilah yang menjaga manusia yang ada di bumi saat dilahirkan.Selain itu ada pula yang menyebut sedulur papat adalah empat makhluk gaib yang tidak kasat mata (metafisik). Mereka adalah saudara yang setia menemani hidup manusia, mulai dilahirkan di dunia hingga nanti meninggal dunia menuju alam kelanggengan. Untuk menemukan Sang Aku Sejati (limo pancer) itulah manusia ditemani oleh sedulur papat.
Semoga pengetahuan sederhana ini dapat dijadikan permenungan kita terutama yg sudah masuk ke ERA Milenial ini…agar kita mampu memeliharanya walau jaman sudah berubah…Amin.
(permenungan siang hari,bintaro,14-7-2019@14.15..& di edit selasa, 12-11-2019 dlm KA jakarta menuju Solo@08.30)