“MAKNA BAK-CANG”
(SEJARAH,ARTI FILOSOFI & PRIBADI)
Alkisah..Pada tahun 278, saat mendekam di pengasingan, panglima perang Yuan….mendengar khabar bahwa pasukan Chien menyerbu ibu kota negaranya. Yuan pun meluapkan amarah dengan menuliskan sajak berjudul Li Sao yang berarti Jatuh dalam Kesukaran.
Selepas menulis sajak, Yuan menunggang perahu di Sungai Bek Lo dan menceburkan dirinya. “Penduduk di sana khawatir dengan Yuan yang akan dimakan ikan. Lalu mereka melemparkan bakcang ke sungai sambil menabuh genderang supaya ikan-ikan tidak makan Yuan,”
Bukan cuma sarat nilai sejarah, bentuk penganan yang memiliki empat sudut itu menyimpan makna filosofis.
-Sudut pertama berarti ZHI ZU… Artinya ialah merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Bisa bermakna pula bahwa orang tak boleh serakah.
-Sudut kedua ialah GAN EN..atau bersyukur. Artinya, orang tidak boleh iri dengan apa pun yang dimiliki sesamanya.
-Sudut ketiga berarti SHAN JIE
. atau pikiran positif. Maksudnya, orang harus menilai sesamanya dari sisi baik.(Positif thinking!)
-Sudut terakhir dari bakcang yakni sisi keempat adalah BAO RONG yang berarti merangkul. Ini dimaksudkan supaya manusia mampu mengembangkan cinta kasih kepada sesama.

BACANG,secara khusus SANGAT BERMAKNA buat saya..karena ada peristiwa penting…bahkan menjadi bahan untuk permenungan.
Juli 1976, pada hari bacang(tgl.5 go gwee 2527)…saya sedang libur semester 1 menuju semester kedua TPB(tingkat persiapan bersama)-IPB..hari minggu…..saya terkejut…karena tiba2 Mama berkunjung ke tempat kost saya..sendirian!!…yang sepanjang hidupnya..Mama belum pernah jalan keluar asrama brandweer….apalagi saat itu..rumah kita sdh tidak di asrama…melainkan di rumah dinas brandweer jakarta utara(kami tunggal di jl.anggrek tanjung priok!)….
Saya tanya…koq tumben dan berani sekali jalan sendiri ke bogor..hanya untuk membawa 6-8bacang??…Mama bilang;”cici elo gak mau anterin…bagi2 yah..buat Dondin..Boy..Yanul.. .”..Mama sengaja bawakan saya..karena hari bacang dan saya suka makan bacang….bahkan beliau membagi-bagi buat teman2 kost….
Saat itu tidak ada perasaan aneh..hanya heran saja…dan balik ke jakartapun..tidak saya antar..
Tapi Apa yg terjadi selanjutnya?…hari rebo(3hari kemudian!)saya mendapat khabar..Mama dibawa kerumah sakit..muntah darah..tapi pesan dari jakarta saya tidak perlu khawatir…
Namun..sabtu dinihari..jam 04.00subuh…saya kedatangan utusan Papa bawa khabar agar saya kembali ke jakarta….saat itu..biasanya ada ujian semester mata kuliah Kimia…saya dibawa ke CBZ….ternyata ke kamar mayat..tapi sudah tidak disitu.ternyata sudah dirumah..
Hal yang saya mau berbagi sebagai kesaksian..adalah…saat saya merayakan ulang tahun pernikahan ke 32 di hongkong..bersamaan dg hari Bacang/PeCun….saya dan istri ingin menikmati bacang..tapi urung..karena tidak ada pemanas dihotel untuk menghangatkannya..namun..apa yg terjadi..saat saya tidur?..saya bermimpi..ada Papa..ada Mama..lalu papa bilang dia mau minta maaf ke Mama karena sudah membuat Mama sedih dan selalu marah…..saya terbangun..lalu saya ceritakan ke istri..
Apa makna nya?peristiwa bacang?adakah hubungannya dg arwah orang tua saya yg masih berada disekitar saya?apakah ini yg kita yakini dalam peringatan dalam bentuk Misa Arwah?…apakah ini..yg kita yakini..menghormati orang tua..leluhur…dengan melaksanakan sembahyang leluhur(terutama keturunan tionghoa yg sarat dg kepercayaan ini?…apakah ini artinya kita dilindungi oleh para leluhur kita?umat katolik meyakini dilindungi oleh santo pelindung?..
Dan peristiwa “BAK-CANG” ..buat saya..sangat BERARTI…
(permenungan bintaro,16-07-2019@00.22)
(#peringatan MISA ARWAH yg selalu jatuh pada tgl.01 November 2019)