DUA TAHUN LALU…ADA CERITA YANG PANTAS DIBAGIKAN KE SAHABAT2..DAN….TERNYATA IMLEK TAHUN INIPUN..SELAYAKNYA…DICERITAKAN..KARENA..ADA HAL YG PATUT DIRENUNGKAN.
31 JANUARI ADALAH 1HARI MENJELANG IMLEK 2022….RENCANA KUMPUL ANAK-ANAK&CUCU2…ANGPAO SUDAH DISIAPKAN…MASAKAN SUDAH DIBUAT…TIBA2….SALAH SATU ANAK INISIATIF UNT TEST ANTIGEN SEMUA….UHPPPP….HASILNYA…..SAYA POSITIF…LANJUT…PCR…JUGA POSITIF….JADI…HARUS ISOMAN…..IMLEK MENJADI VIDEO CALL…RENCANA SEMINGGU KEDEPAN…TUNDA..
SAYA MERENUNGKAN..seperti ada tertulis pd firman TUHAN (Yak. 4:13-15.)……&..Saya PERCAYA & BERSERAH…Jika TUHAN menghendaki, saya akan hidup dan berbuat ini dan berbuat itu.(Yak. 4:15).
“Sin Chun Kiong Hie”.
(Bintaro,05 Februari-2022@10.00)
“IMLEK 2020”
“IMLEK 2020 ….banyak hal yang baru….setelah sekian puluh tahun….berjalan sebagai sebuah rutinitas adat dan budaya Tionghoa atau China di Indonesia.

Berawal pagi-pagi benar…rencana sudah dibuat sejak tahun lalu selepas disadarkan oleh seorang sahabat dan dikuatkan oleh seorang Pastor bahwa adat istiadat masyarakat Tionghoa yang sangat menghormati leluhur san orang tua….menyadarkan saya bahwa lebih dari 30tahun saya tidak pernah ziarah ka makam orang tua..makam mama dan papa…..dan lebih dari 3 tahun saya dan keluarga diuji dan dicoba untuk kesetiaan san ketaatan kepada iman yang tumvuh sejak tahun 1980…..dan ternyata IMAN tidak harus menghilangkan tradisi…IMAN tidak harus melupakan penghormatan kepada orang tua..kepada leluhur.
Tahun lalu ..atas anjuran sahabat..saya melakukan ziarah ke makam papa mama…dan….saya mulai rindu akan tata cara ibadat menghormati leluhur…

Dan pagi-pagi benar…hari ini..sabtu,25Januari..adalah IMLEK pertama yang terasa BEDA dengan imlek2 yang lalu…saya semangat berziarah kemakam orang tua…disertai dengan hujan rintik rintik tanda berkat melimpah(itu yang diyakini sebagian besar warga tioghoa), walau tanpa peralatan yang biasa disertakan(cangkir kecil unt kopi dan teh, buah2an bbrp tangkai Hio) hanya sekantong plastik berisi bunga kubur….saya khusuk berdoa ..mohon ampun..atas kealpaan selama ini..dan mohon kepaga Thian Tikong(panggilan/sebutan TUHAN yang dipercaya warga tionghoa) dan saya merasa damai dan tenang selepas ziarah. Kembali karumah..siap2 mandi…berpakaian rapih menggunakan baju chongsam(pakaian khusus unt perayaan atau pesta!), untuk menanti kedatangan anak2 dan cucu2….sebuah kerinduan yang agak aneh yang tiba2 mengisi relung hati…sambil menjawab beberapa ucapan IMLEK dari sahabat2 ada yang jawa,sunda,batak,korea,eropah dan saya menjawab dengan ucapan terima kasih dgn bahasa ibu mereka..matur sembah nuwun, hatur nuhun pisan, gamshamida, arigato, thanks so much…..terasa begitu damai tanpa ada sekat atau hambatan persahabatan oleh karena suku,agama, atau ras…semua mengalir begitu saja….Tiba saatnya..anak2 dg cucu2 datang..sambil soja!(menekap kedua jemari tangan!)sambil mengucap”kiong hie…kiong hie”…anak2 memberi angpao kpd orang tuanya…tanda mereka sudah mampu mencari nafkah….cucu2 mendapat angpao dari engku,engkim(uncle,aunti!) Juga dari kokong dan oma nya….sebuah ungkapan SALING BERBAGI yang mengalir tanpa diperintah..tanpa dipaksa…mengalir tanpa pamrih…bagai sebuah kewajiban yang dilaksanakan tanpa beban…
Terima kasih TUHAN atas segala berkat yang ENGKAU berikan kpd kami sehingga kami mampu memelihara tradisi leluhur tanpa mengurangi KEIMANAN kami kepadaMU.semoga kami masih diberi kesempatan unt melaksakan IMLEK ditahun tahun mendatang.
“SIN CHUN KIONG HIE..GONG XIE FAT CHAI”(permenungan IMLEK ,sabtu,25januari 2020@00.10)
Mantab om renungannya
amin…