“APAKAH KITA SUNGGUH BAHAGIA?”
(permenungan Stasiun KA Jogyakarta menuju Blitar,senin,07-05-2018@00.30)
tadi pagi seseorang(Romo) bertanya kpd org banyak …bpk/ibu,saudara/i,anak2 muda…apakah bpk/ibu,saudara/i sungguh berbahagia??…..serentak semua menjawab:injih..pak..Kulo..sungguh berbahagia..!!..lalu..tiba2 sang Romo secara acak menunjuk seorang bapak&mempersilahkan berbagi kebahagiaan yg dialami…sang bpk kaget&bercampur bingung..terdiam sejenak dan mulai berkata2:”injih..nuwun sewu Romo…sebelum berangkat..bojo kulo nyiapken sarapan pagi buat keluarga..nasi goreng,tahu tempe.”…lalu berpindah kpd ibu2..ditanya yg sama..bagaimana rasanya bahagia itu?…sang ibu dg tersipu2..menjawab:”semalam..bapak baik sekali..sedurunge sare…kulo dikasih hadiah..!”…..hadirin ada yg senyum..ada juga yg bahkan tertawa…tiba giliran anak remaja..ditanya hal yg sama…sempat terdiam..lalu mulai bercerita:”sebenarnya..sy tidak termasuk yg bilang bahagia..karena ..selama ini..tidak pernah saya merasakannya…tidak ada ketenangan dlm hidup ini..orang tua selalu berantem…ingin rasanya…tinggal diluar..lebih nyaman ..lebih tenang.”….uhhppppp…semua hadirin terdiam…terhenyak…gak nyangka..klo ada pendapat yg beda…lalu sang Romo dg bijak menjelaskan..:”ternyata…Kebahagiaan memiliki arti yg berbeda2..bagi setiap orang…ada yg senang mendptkan sesuatu..sdh membuat dirinya bahagia..ada juga yg tidak mendptkan sesuatu..menjadi tidak bahagia….mungkin perlu kita renungkan…apakah kebahagiaan itu?..kesenangan hidupkah?atau ketenangan hidup??..kalau kita mengartikan bhw kebahagiaan itu adalah kesenangan hidup semata..maka…kebahagiaan itu sesaat…dan menjadi tidak bermakna….namun..kalau kebahagiaan itu diartikan sebagai ketenangan hidup..mungkin kebahagiaan inilah yg dimaksud…
lalu bagiamana kita menciptakan ketenangan hidup?…dg harta yg berlimpahkah..?…dengan kesenangan hidup yg terus meneruskah?…inipun patut direnungkan..seorang yg penuh belas kasih..mengerjakan sesuatu tanpa pamrih….melayani sesama..tanpa pamrih..menjadikan semua adalah sahabatnya….tulus berbagi…tidak akan ada rasa kecewa,menyesal apapun bentuk pamrih yg diharapkan dr tindakannya…memjadikannya hidup tenang..tanpa ada rasa kecewa….dan terus berbagi dan berbagi…
Ternyata…menciptakan ketenangan hidup itu..diperlukan sikap saling mengasihi..dan ….kita mau berbagi..jika kita mempunyai Kasih…atau cinta yg AGAPE…Kasih tanpa pamrih….
Jadi..sesungguhnya..KEBAHAGAIAAN yg hakiki..adalah..berasal dr KETENANGAN HIDUP..BUKAN.KESENANGAN HIDUP…..yg memerlukan KASIH YG AGAPE…
(Rowoseneng,minggu 06-05-2108@11.00)