(
SEBUAH TRADISI YANG TERPELIHARA)
Cap Go Meh adalah bagian perayaan Imlek bagi masyarakat keturunan Tionghoa yang diperingati 15 hari setelah tahun baru Imlek., dan menjadi hati terakhir rangkaian masa perayaan Imlek.
Istilah “CAP GO Meh” berasal dari bahasa “Hokien” yang berarti malam ke lima belas.Istilah ini umum digunakan oleh masyarakat Tionghoa Indonesia dan Malaysia.
Perayaan”Cap Go Meh” adalah dilakukan sejak abad ke-17 masehi pada masa dinasti Jan di Tiongkok, terutama saat migrasi masyarakat Tionghoa ke wilayah bagian selatan Tiongkok.Perayaan diadakan bersama oleh Raja dan rakyatnya pada malam ke-15 bulan pertama penanggalan China. Para petani memasang lampion berwarna warni di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman serta memperindah pemandangan. Selain itu, diadakan pertunjukan musik,barongsai untuk memeriahkan perayaan.
Di Indonesia, beberapa daerah seperti Medan,Potianak dan Singkwang merayakan jauh lebih meriah dibanding daerah lain.Bahkan melakukan perarakan patung-patung yang selama setahun berada didalam ruangan Taopekong..termasuk perarakan “TATUNG”…orang-orang yang mempunyai kelebihan(supranatural?)dengan menusuk peniti,paku ditubuhnya,bahkan jalan diatas arang..tidur diatas susunan paku dll.
Saat kecil hingga remaja , ada makanan yang disajikan khas hari ini yang disebut “Lontong Cap Go Meh “….biasanya berisi lontong,opor ayam,telor rebus dan sayur labuh santan.

Namun saat ini…karena pandemi terus berlangsung, perayaan Cap Go Meh ini tidak se meriah sebelumnya….Namun tetap bermakna minimal dengan menikmati Menu”Lontong Cap Go Meh “
SELAMAT MERAYAKAN CAP GO MEH …..bagi yang merayakan dan selamat menikmati lontong cap go meh.
(Bintaro,cap go it gwee,@09.00)