
Perjalanan iman saya adalah sebuah kisah yang penuh tantangan, teguran, dan cinta kasih Tuhan. Saya telah menuliskannya di blog olansebastian.com bahwa saya mengenal iman Katolik pada 20 Desember 1981, saat menerima Sakramen Baptis. Sejak saat itu, saya sering merasa bahwa semakin dekat dengan Tuhan, semakin banyak ujian yang saya hadapi. Semakin saya mengenal Yesus, semakin sulit pula memahami kehendak-Nya.
Namun, selama 39 tahun, tepat pada 5 Juli 2020, saya merasakan titik terendah dalam hidup saya. Kemanusiaan saya menguasai jiwa dan raga hingga saya terjatuh. Meski demikian, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Dalam kejatuhan itu, Dia menegur dan bahkan menghajar saya, karena kasih-Nya begitu besar (Wahyu 3:19). Tuhan mengajak saya untuk berpuasa, berdoa, dan mengenal firman-Nya—Yesus sendiri. Ajakannya datang melalui keponakan saya, yang menuntun saya untuk memulai perjalanan rohani ini.
Awalnya, saya bertanya kepada keponakan saya kapan puasa ini berakhir. Jawabannya, setelah seminggu, berubah menjadi anjuran untuk melanjutkan hingga tiga bulan penuh, dimulai dari Agustus 2020. Dalam masa-masa itu, saya menghadapi berbagai cobaan yang menguji iman saya. Salah satu momen terberat terjadi pada 8 November 2020, ketika seorang anak dan menantu yang sangat saya kasihi membentak saya dengan nada yang menyakitkan. Anehnya, saya tidak merasakan kemarahan atau sakit hati. Sebaliknya, saya hanya berdoa, “Tuhan, maafkan dia karena dia tidak mengerti apa yang diperbuat.”
Ketika merenungkan peristiwa itu, saya tanpa sengaja membuka file kartu baptis saya, dan menemukan bahwa hari baptisan saya adalah 20 Desember 1981. Saat itulah, saya mengambil keputusan besar untuk bertobat dan berjanji menjadi saksi Kristus, sebagaimana Tuhan kerap menggunakan orang-orang yang bertobat untuk menjadi saksi-Nya.
Tiga bulan kemudian, pada 22 Februari 2021, saya merasakan kebangkitan. Tuhan mempercayakan saya sebuah tanggung jawab besar melalui Pak Kim Johanes sebagai Kepala Pengembangan Proyek Food Estate di Papua Barat.
Hari ini, 20 Desember 2024, empat tahun telah berlalu sejak perjalanan iman itu dimulai. Saya semakin percaya dan berserah kepada Allah, hanya mengandalkan Yesus dalam setiap langkah hidup saya. Meski pada April 2023 saya mengalami ujian lain ketika diminta “break” dari proyek tersebut, Tuhan tidak pernah meninggalkan saya. Dia membuka pintu-pintu lain.
Saya menerima berkat melalui pekerjaan di Pawmeals hingga sekarang. Pada November 2023, Gambol mempercayakan saya sebagai konsultan. Berkat lainnya yang saya yakini sebagai mukjizat datang pada Agustus dan dikukuhkan pada September 2024, ketika Animonda mempercayakan distribusi produknya kepada PT. 1212, setelah sebelumnya melalui Rofaca.
Saya percaya bahwa Tuhan Yesus selalu menopang saya. Dengan teguh saya akan memegang salib-Nya, menjalani hidup sebagai pekerja-Nya, dan terus bersaksi tentang kasih-Nya.
Amin.
(Bintaro, 20 Desember 2024, pukul 00.00)