“NATAL setarakah dengan HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”
(permenungan di hari NATAL,25-12-2019 @ 22.12)
Teringat saat dimulainya masa Advent, masa persiapan selama 4minggu menanti kelahiran sang Juru Selamat.
Pergumulan, cobaan, ujian dilih berganti bukan baru dimulai disaat masa advent dimulai, tapi jauh sebelum itu,bahkan lebih dari 3tahun seakan badai ini terus menerpa kehidupan, gelap terus akrab seakan tak rela pergi begitu saja.
Saat kegelapan melanda dikehidupan, bahkan tanpa cahaya kecil diujun lorong didepan mata, segala rasa berkecamuk menjadi satu,lelah,letih,sesak membawa beban yang berat.
Namun disaat seperti ini, ada dua hal pilihan, larut didalam kegelapan dan merenungi nasib yang tak berkesudahan ATAU berdoa dan berusaha dan PERCAYA&BERSERAH bahwa cahaya itu akan ada dan datang sesuai dengan rencana ALLAH…yang indah pada waktunya.
Banyak hal yang akan kita lalui didalam menjalani hidup…didalam memikul salib kehidupan…beban berat, letih lesu…jatuh dan bangkit..lalu jatuh lagi..dan bangkit lagi…namun itu adalah tanda kita masih punya pengharapan….kita masih punya tujuan untuk sampai pada satu titik menyalibkan segala sifat buruk..sisi gelap…..keinginan daging(sombong,serakah,tamak,tinggi hati)…untuk kemudian bangkit menuju terang dunia …terang menuju damai sejahtera…seperti yang dikehendaki setiap insan beriman.
Jadi..SETARAKAH “NATAL dengan HABIS GELAP TERBITLAH TERANG??”:
(Permenungan Bintaro,25-22-2019@02.20)