“PERJALANAN IMAN – 20-DESEMBER 1980-2020”

Saya terlahir dari ayah seorang China Betawi sering disebut sebagai ASNAWI(asli China Betawi) & ibu seorang china Tangerang atau China Benteng…..tentu keduanya mempunyai keyakinan(kepercayaan)dari leluhurnya yang orang mengenalnya sbg kepercayaan Konghuchu…namun…saat or de baru…agama yang diakui pemerintah hanya ada 5 yaitu Islam,Kristen,Katolik,Buddha dan Hindu….sehingga agar kolom agama di KTP terisi ..maka seluruh keluarga mengisi kolom ini dgn Buddha.

Dalam perjalanan pendidikanpun…terpengaruh oleh kebijakan pemerintah, apalagi menempuh pendidikan di sekolah negeri…saat SD ..tidak ada pilihan…dan unt mengisi nilai mata pelajaran agama…saya ikuti pelajaran agama Islam….apalagi mengejar untuk menjadi juara kelas.

Memasuki jenjang sekolah menengah pertama, masih tidakak ada pilihan, hanya satu pilihan mata pelajaran agama Islam…saya tetap mengikutinya…sekali lagi hanya untuk mengisi nilai rapor supaya bisa menjadi juara kelas.

Baru pada jenjang sekolah menengah atas, ada pilihan mata pelajaran selain Islam…karena awam, melihat dari seragam sang pastor dan disiplin waktu(datang tepat waktu, pulangpun tepat waktu), maka pilihan jatuh pada mata pelajaran Agama Katolik.

Dan TUHAN memberi berkat kepada saya, sejak SD,SMP,SMA bersekolah di sekolah negeri termasuk berkat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi di Institut Pertanian Bogor(IPB).

Uniknya, di IPB, mata ajaran Agama menjadi lebih banyak pilihan yaitu semua agama2 yang disetujui oleh pemerintah saat itu.

Dan saat itupun,karena kedua orang tua masih Konghuchu, saya coba memahami agama yang ada di KTP saya dan keluarga yaitu agama Budha. Jadilah saya pilih mata pelajaran Buddha, dan sekali lagi hanya untuk memenuhi&mengisi nilai di semester tsb.

Namun memasuki semester 2(dua) di akhir bulan Juli 1976, sebuah ujian hidup menjadi lebih berat, Mama yang saya kasihi dipanggil TUHAN YME. Hidup terombang-ambing oleh perasaan hati..Orang yang saya kasihi, orang yang menjadi kebanggaan terutama bagi saya…telah pergi untuk selamanya.Kepada siapa lagi akan saya banggakan andai saya selesai menjadi sarjana?….bahkan pernah terpikir, untuk tidak lulus saja di semester ini sehingga selesai sudah tanpa gelar apapun dan saya kembali ke jakarta.

Namun TUHAN berkehendak lain, saya terus melanjutkan studi saya di IPB. Suatu saat timbul kerinduan untuk mendoakan Mama agar masuk sorga, tapi kemana saya harus berdoa?saya tidak mempunyai sarana untuk berdoa kepada TUHAN, saya tidak punya tangga untuk mengirim doa saya kepada TUHAN karena kepercayaan Konghuchu adalah menghormati orang tua dan leluhur.

Saya bersyukur sejak sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi, walaupun hanya permukaan saja, kulitnya saja, saya coba merenungkan mana yang berkenan dihati saya, mana yang membuat nyaman dan mampu membuat hidup saya tenang.Tentu pilihan ini adalah sangat subyektif dan sangat pribadi, dan saya merasa damai, tenang, mampu berdoa, berbicara mencurahkan isi hati saat mulai mengunjungi gereja cathedral di bogor.

Bertukar pikiran dengan teman sekamar, diajak untuk mengisi acara sebuah organisasi mahasiswa katolik dan kebetulan saya memiliki talenta bermain gitar dan bernyanyi…

“Hidup yang putus asa tak berarti….Jalan dengan hampa harapan

Lalu tangan yang berlubang paku…menjamah jadi hidup baru…

Dan kayu yang kasar merubahkan..jalan hidup yang penuh kegagalan…

Kupuji Dia selama-lamanya…sebab SALIB mengubah hidupku…

Dan kuyakin..darah YESUS yang suci….sudah mengalir di kalvari..

Bila zaman berlalu..dunia berdebu..KUTETAP PEGANG SALIB KRISTUS….

Dan kuyakin..bahwa kurban KRISTUS di salib…Itulah agung dan ajaib…

Hidupku sungguh sungguh menjadi baru…dan KUTETAP PEGANG SALIB KRISTUS…(kembali ke : dan kuyakin..darah YESUS yang suci….)

sebuah lagu pujian yang hingga saat ini menjadi awal pengenalan saya dengan sang Juruselamat dan pujian ini pernah dipopulerkan oleh Eddy Silitonga….masih tetap menjadi kekuatan Iman saya hingga saat ini.

Dan saya semakin yakin…walaupun cukup lama, sejak Juli 1976, saya mencari pegangan iman dan baru pada pertengahan tahun 1981 saya sudah menemukan pilihan untuk bekal menjalani hidup beriman.Dengan mengikuti pelajaran agama(katekismus) saya menerima ALLAH&YESUS sebagai Tuhanku,ALLAHku dan Juruselamatku…saya PERCAYA & DIBAPTIS dalam nama BAPA,PUTRA dan ROH KUDUS pada tanggal 20-Desember 1981 dengan nama baptis “STEFANUS” sebagai Santo pelindung saya.

Hari berganti hari,minggu berganti minggu bahkan tahun berganti tahun….saya lebih banyak berAGAMA…bukan berIMAN…Kemanusiaan saya lebih mendominasi hidup ini…Kedagingan saya lebih menguasai hidup ini…merenungkan firman mengandalkan diri sendiri seolah seorang imam…tanpa sadar….walau berkali-kali TUHAN menegur saya…..seolah tidak bermakna..tetap menjalani hidup sebagai sebuah rutinitas..tanpa penghayatan iman….

Hari ini….20-Desember 2020….39 tahun sudah perjalanan IMAN saya dan ALLAH&YESUS sungguh mengasihi saya dengan caraNYA…..menegur..bahkanmenghajar saya sesuai seturut waktuNYA…sesuai dengan rencanaNYA….seperti Ayub…walau tidak seberat Ayub..namun..sepadan salib saya yang harus saya pikul…jatuh bangun…berkali-kali…badai-gelombang yang tak kunjung reda..dan ALLAH sungguh LUAR BIASA…..ALLAH MAHA KUASA….TUHAN yang memberi..TUHAN yang mengambil…TERPUJILAH TUHAN…Oleh KASIH-NYA…setiap hari…ALLAH mendampingi saya dengan berdoa, baca&merenung kan alkitab,…semakin dikuatkan..dan semakin diteguhkan….saya PERCAYA&BERSERAH… agar saya DIANGKAT&DIPULIHKAN…dengan melakukan PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH….untuk menjalani kehidupan yang baru..

TERIMA KASIH YESUS….TERIMA KASIH YESUS….

KUBERI SYUKUR HANYA BAGIMU..YA..ALLAHKU…YA TUHANKU.

TERIMA KASIH YESUS…TERIMA KASIH YESUS…KUBERI SYUKUR HANYA BAGIMU….TERIMA KASIH YESUS….

(Bintaro,20-Desember-2020, jam 00.05)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *