“BRANDWEER, ASA PUTRA ASNAWI

“BRANDWEER, ASA Putra ASNAWI (Asli Cina Betawi)”
Beliau dilahirkan di Jakarta,16 Agustus 1924 di daerah jl.jembatan lima, depan Cibunar, dekat dengan bioskop Roxi. Ayah beliau seorang wirausaha percetakan yang hanya memiliki satu mesin cetak jaman dulu..tinta di piringan baja warna hitam, dengan tungkai manual untuk menaik-turunkan roll tinta pencetak…dengan susunan huruf baja yang disusun sesuai kata/kalimat yang akan dicetak.
Anak pertama laki-laki dari dua bersaudara…ternyata jiwa wirausaha ayahnya tidak menurun ke beliau…dan lebih tertarik kepada sekelompok orang berpakaian seragam dengan peci dan ikat pinggang layaknya polisi.

Tempat bermain beliau di lapangan bola asrama brandweer yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja..dan di asrama brandweer itu…banyak kegiatan yang bisa dilihat setiap saat.

Ada korp musik…latihan pemadaman api..baris berbaris dan juga kesenian2 daerah dari para anggotanya yang saat itu didominasi saudara-saudara kita dari sulawesi utara (Manado).

Masa remaja nya dihabiskan diseputar brandweer,pasar gang hober (houbert!) Roxy, tanah sereal kali cagak, pabrik gas, kadang sampai ke tanah abang,jatibaru.

Menjelang dewasa, selepas tamat HIS (Holland Inlandsche School) atau sekolah belanda untuk bumiputra, dan karena bahasa belandanya cukup baik, beliau mendaftar di brandweer dan diterima ..mulai bertugas pd tahun 1941 (usia 19thn)…
Bangga dengan seragam brandweer menumpahkan jiwa raganya di brandweer ini..dari bujangan..menikah dengab seorang gadis Tionghoa sederhana kelahiran Tangerang….hingga membuahkan 9 anak (6 putra/3 putri).

Falsafah saat itu..Banyak anak ..banyak rejeki..mungkin dianut oleh keluarga beliau..apalagi bertugas di brandweer yg penghasilan bulanannya cukup 1minggu & bayar utang (3 minggunya berutang lagi!)…namun yang paling penting mendapatkan beras sejumlah 117kg (kep.keluarga 17kg, istri&[email protected]).

Pernah juga terjadi di tahun 1963-66.. jatah beras diganti dengab bulgur (katanya:makanan babi di Rropah?)

Banyak cerita beliau saat bertugas di brandweer yg beberapa kali berganti nama: Barisan Pemadam Kebakaran,Dinas Pemadam Kebakaran dan terakhir Damkar…pernah terlindas mobil brandweer di thn 68…pernah terlempar dari mobil brandweer yang terbalik di tikungan H.wuruk/veteran..dan semua anggota yang ada di mobil tsb..kecemplung di kali Ciliwung….dan masih banyak cerita dari beliau.
Sebelum pensiun, beliau diberi tugas menjadi kepala suku dinas Pemadam Kebakaran wilayah Jakarta utara…dan saat itu sy yg adalah salah satu anak kandung beliau pd akhir thn 1975 mendapat panggilan dari Isntitut Pertanian Bogor(IPB)unt menjadi mahasiswa IPB melalui jalur PP-2(Proyek Perintis-2)-Tanpa testing…dan hanya membayar SPP thn ajaran1976 senilai rp.10,000(sepuluh ribu rupiah)…namun bagi saya berkecamuk…bergumul..antara rasa haru..bangga..bersyukur..tapi CEMAS…karena undangan dtg tgl.8Nopember..dan harus segera mendaftar plg lambat tg.15Nopember(kalau tidak salah ingat!)dg membawa uang tunai rp.10ribu..Bayangkang!pegawai brandweer..abis gajian..seminggu udah abis bayar utang….3mg berikuta..siap2 cari utang…ehhhhh..tiba2..butuh uang 10rb perak….dan saya sedikit merengek ke orang tua(terutama mama!)…mohon sekali..karena sdh gagal tdk jadi masuk fak.arsitek UNTAR..karena harus siapkan dana 200ribu…sekarang ada kesempatan di IPB(?)..yg sejujurnya..saya berfikir..mau jadi apa saya di IPB?petani ?..tapi saya cuma fokus satu..menjadi MAHASISWA!…biar keren dikit…mahasiswa lho!..
Puji TUHAN …mama(kita) punya tetangga yg baik..yg menjadi langganan unt pinjam uang..dan dahulu..tidak dikenal bayar bunga..pinjam 10rb..balikin 10rb….pergilah saya ke baranangsiang,depan kantor statistik bayar 10rb..tunggu sesaat…foto..sebentar..jadilah kartu mahasiswa ipb.dg NIM(no induk mhsw):13,337(kelompok2).
Sekarang beliau sudah tiada 19tahun lalu.tepatnya 23desember 1991..mamapun sudah lebih dulu.saat saya memulai kuliah memasuki semester 2 pd tgl.31juli1976…semoga perjuangann kedua orang tua saya…mama papa..yg adalah pribumi keturunan china…mampu diteruskan dan dikembangkan oleh anak cucu,cicit hingga terus berkesinambungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *