“11 PERJALANAN KEHIDUPAN MANUSIA”

“11 PERJALANAN KEHIDUPAN MANUSIA”
(11 TEMBANG MACAPAT dan KEBUDAYAAN JAWA)

Sebagai sebuah bangsa yang besar dan penuh dengan ragam budaya dan bahkan kepercayaan yang sudah terbentuk dan terbangun sebelum INDONESIA BERDIRI pada 17-8-1945.
Sebuah kehidupan bermasyarakat di tanah jawa , mereka sudah mampu membuat dan menyusun sebuah perjalanan kehidupan manusia yang perlu kita ketahui bahkan kita hayati….
Berikut 11 tembang macapat yang menggambarkan atau menceritakan perjalanan kehidupan manusia.

1. MASKUMAMBANG:

Maskumambang menceritakan tentang keadaan manusia saat masih di alam ruh yang kemudian ditanamkan dalam rahim atau gua garba seorang ibu.Pada metrum ini, kita juga diberitahu tentang pemahaman”DULUR PAPAT,LIMO PANCER”.

2. MIJIL:

Pola metrum ini merupakan ilustrasi dari proses kelahiran manusia. Mijil atau mbrojol dan keluarlah jabang bayi bernama manusia.

3. SINOM:

Sinom berarti penggambaran masa muda. Masa muda yang indah, penuh dengan harapan dan angan-angan.Laki-laki dan perempuan saling membentuk karakter masing2 yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (keluarga, sekolah dan tetangga serta tempat dimana mereka berkontak sosial(interaksi)dg masyarakat sekitar).

4. KINANTHI:

Pada pola kinanthi ini diceritakan tentang masa pembentukan jatidiri dan meniti jalan menuju cita-cita. Kinanti berasal dari kata kanthi atau tuntun yang bermakna bahwa kita membutuhkan tuntunan atau jalan yang benar agar cita-cita kita bisa terwujud.

5. ASMARADANA:

Asmara artinya cinta. Sehingga ilustrasi pada pola metrum ini mengisahkan akan masa-masa kisah asmara, percintaan, atau larut dalam lautan kasih cinta.

6. GAMBUH:

Awal kata gambuh adalah jumbuh atau bersatu. Jadi pola metrum ini menceritakan soal komitmen dalam perkawinan untuk menyatukan cinta dalam satu biduk rumah tangga.

7. DHANDHANGGULA:

Gambaran pola metrum ini, yakni kehidupan yang telah mencapai tahap kemapanan sosial serta kesejahteraan, cukup sandang, papan, dan pangan.

8. DURMA:

Durma berasal dari kata darma. Pola metrum ini menggambarkan bahwa seseorang sedianya harus melakukan sedekah dan berbagi kepada sesama. Saat memasuki masa kemapanan(establishment!)diharapkan menjalankan dharma kpd orang lain.

9. PANGKUR:

Pola metrum ini menggambarkan hawa nafsu manusia. Pangkur atau mungkur memiliki arti menyingkirkan hawa nafsu dan angkara murka, serta nafsu negatif yang menggerogoti jiwa.Pada masa kehidupan ini, manusia diharapkan mampu menonjolkan kebutuhan jiwa bukan raga,membangun kerendahan hati, penuh welas asih.

10. MEGATRUH:

Megatruh atau megat roh berarti terpisahnya nyawa dari jasad kita, terlepasnya ruh atau nyawa menuju keabadian. Jadi pola metrum ini mengisahkan tentang kematian manusia.

11. PUCUNG:

Pucung berarti pocong atau jasad manusia yang dibungkus kain mori putih. Pola metrum ini menceritakan tubuh manusia yang hanya menyisakan jasad yang dibungkus kain kafan (mori) saat dikuburkan di tempat peristirahatan abadi.

Begitulah Perjalanan kehidupan manusia yang dikembangkan oleh masyarakat jawa dan bentuk”11 TEMBANG MACAPAT ”
semoga menarik dipahami dan mampu dihayati.
(Permenungan Solo-jakarta dan Argo Lawu,Kemis Pon ,[email protected])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *